Sejak 1930 · Jl. Braga

Ruangan
yang sama

Kopi yang kami seduh diminum oleh tiga generasi di ruangan yang tidak pernah pindah. Bangunan ini berdiri sejak 1930. Kami hanya meneruskan.

Dibangun
1930
Buka
07:00
Lokasi
No. 79
Arsip · Sembilan Dekade

Enam era di
satu ruangan.

Setiap dekade adalah halaman yang sama, dilihat dari sudut yang sedikit berbeda. Geser untuk membaca.

1930–49
Era · 01

Dibuka sebagai toko kolonial.

De Vries & Co membangun ruko tiga lantai di Jalan Braga yang saat itu masih bernama Pedatiweg. Lantai dasar: kedai kopi. Lantai dua: gudang kopi mentah dari Preanger.

Arsitek · C.P. Wolff SchoemakerLt. Marmer Carrara
01 / 06
1950–69
Era · 02

Soedjana mengambil alih. Nama diganti.

Pak Soedjana membeli bangunan dari pemilik Belanda yang pulang pada 1952. Ia mengganti nama menjadi Toko Djawa — toko Jawa, bukan lagi toko Belanda. Menu kopi tetap sama.

Pemilik · Soedjana WirasasmitaRenovasi · nol
02 / 06
1970–89
Era · 03

Dekade Mandheling.

Soedjana mulai membawa biji dari Sumatera Utara — Mandheling dari Lintong, Lintong Nihuta. Pelanggan tetap memesan kopi tubruk, diseduh langsung dalam gelas.

Biji utama · MandhelingRoast · medium-dark
03 / 06
1990–2009
Era · 04

Retno di meja kasir.

Generasi kedua: Ibu Retno, anak Soedjana. Ia menambahkan espresso tetapi menolak mengganti meja kayu jati yang sudah pecah di satu sudut. Pecahnya sudah jadi bagian.

Mesin espresso · Faema E61Teknik lama · dipertahankan
04 / 06
2010–19
Era · 05

Restorasi, bukan renovasi.

Lantai marmer asli ditemukan kembali di bawah tegel keramik 1980-an. Dibersihkan, dipoles, dipasang ulang. Tangga kayu jati yang menuju lantai dua dibuka lagi.

Restorasi · BCB HeritageTangga · dibuka kembali
05 / 06
2020–Sekarang
Era · 06

Arya. Generasi ketiga.

Anak Retno, Arya, membawa single origin Gayo, Toraja, Bali Kintamani. Metode seduh manual: V60, Kalita, french press. Tapi sudut pecah di meja kayu jati yang sama — masih ada.

Origin saat ini · 7 regionsMeja kayu · asli 1930
06 / 06
Editorial · No. 04 · Musim Hujan 2026

Ruangan yang sama.

Kakek saya tidak pernah menjelaskan mengapa meja kayu jati di pojok belakang tidak diganti ketika sudut kanannya pecah. Saya bertanya sekali, saya masih kecil. Ia tidak menjawab. Ia hanya mengangkat kopi ke mulutnya, menyeruput, dan menatap keluar ke Jalan Braga yang waktu itu masih beraspal hitam lama — aspal yang sama dengan 1950.

Ibu saya menjelaskannya, bertahun-tahun kemudian, ketika saya sudah cukup umur untuk mengerti. Ia berkata: "Pecahnya sudah jadi bagian." Itu semua. Itu cukup.

Sembilan puluh enam tahun sejak toko ini dibuka. Dua belas tukang, empat pemilik, tiga generasi yang sama. Mesin espresso Faema dari 1995 masih dipakai setiap pagi. Tangga jati masih berderit di anak tangga yang sama — yang ketiga dari atas. Dan di pojok belakang, di meja yang sama, sudut yang pecah masih pecah.

Saya sekarang mengerti apa yang dimaksud ibu. Kopi yang baik bukan tentang kesempurnaan teknik. Kopi yang baik adalah kopi yang diseduh di tempat yang tahu dirinya — tempat yang tidak berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Ruangannya sama. Kopinya berubah sedikit, generasi ke generasi. Tapi ruangannya, pintunya, lantai marmernya, meja kayu jatinya yang pecah di pojok — sama. Itulah yang membuat orang datang. Itulah yang saya warisi. Itulah yang tidak akan saya ganggu.

A.W. · Bandung · IV · MMXXVI
Bangunan · Detail Arsitektur

Tiga lantai, satu jendela lengkung, lantai marmer Carrara dari 1930.

Setiap café sebelumnya gagal di sini — terlalu mahal, terlalu sepi. Kami beroperasi karena kami tidak memperlakukan rumah ini sebagai latar belakang. Kami memperlakukannya sebagai partner.

A · Jendela Lengkung

Lantai tiga · asli.

Lengkung setengah lingkaran khas Wolff Schoemaker. Kaca aslinya tidak selamat melewati gempa 1963, diganti pada 1964. Rangka kayu jati: aslinya.

B · Gudang Biji

Lantai dua · dibuka kembali 2014.

Dulu tertutup untuk umum. Sekarang bisa dikunjungi. Di dalamnya tersimpan sampel biji mentah dari sembilan dekade — beberapa sudah menjadi fosil.

C · Pintu Asli Jati

1930 · tidak pernah diganti.

Tebal 4 cm. Kusen dari kayu yang sama. Engsel tembaga. Tiga goresan di pojok kanan bawah — konon dari kursi yang dilempar pada pertempuran 1949.

D · Lantai Marmer

Carrara, Italia. Direstorasi 2014.

Tertutup tegel keramik antara 1984 dan 2014. Ditemukan kembali saat restorasi — masih utuh, hanya butuh dipoles.

Tiga Generasi

Tiga orang yang membuka pintu setiap pagi.

Generasi · 011921 — 1993
Soedjana Wirasasmita
Pemilik pertama pasca-kemerdekaan
Saya tidak mengubah apa pun. Bangunan ini sudah tua sebelum saya datang. Saya hanya meneruskan.
Generasi · 021949 — Sekarang
Retno Wirasasmita
Generasi kedua · kasir selama 31 tahun
Saya menambahkan espresso. Saya tidak mengganti meja. Pecahnya sudah jadi bagian.
Generasi · 031989 — Sekarang
Arya Wirasasmita
Generasi ketiga · single origin, 2019→
Saya membawa biji baru. Saya tidak membawa ruangan baru. Ruangannya tetap 1930.
Jl. Braga 79 · Bandung · Jawa Barat
Berkunjung

Datang. Kami di sini setiap hari.

Alamat
Jl. Braga No. 79Kota Bandung, Jawa Barat 40111
Jam Buka
07:00 — 22:00Setiap hari · termasuk libur nasional
Telepon
022 · 4203 · 930
Tour
Arsip & GudangTur 30 menit · Minggu 10:00 · reservasi disarankan
Parking
Tidak adaNaik angkot. Atau jalan kaki dari Alun-Alun (8 menit).